Angka Prevalensi Stunting di Bandar Lampung Tinggal 13,4 Persen, Lebih Rendah dari Nasional

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

24 Juni 2024 23:27 WIB
Bandar Lampung | Rilis ID
Walikota Eva Dwiana saat menghadiri Rembuk Stunting di Aula Sumergo. Foto: Tampan Fernando/Rilis.id
Rilis ID
Walikota Eva Dwiana saat menghadiri Rembuk Stunting di Aula Sumergo. Foto: Tampan Fernando/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan saat ini angka prevalensi stunting di Kota Bandar Lampung sudah semakin rendah.

Dari hasil survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kota Tapis Berserti tinggal 13,4 persen.

Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan angka Provinsi Lampung sebesar 14,6 persen dan angka rata-rata nasional 21,5 persen.

“Per 31 Desember 2023, kasus stunting di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 520 anak atau 0,81 persen. Angka ini menurun menjadi 399 kasus atau 0,62 persen pada 31 Mei 2024. Penurunan ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan stunting di Kota Bandar Lampung” kata Eva Dwiana saa Rembuk Stunting di Aula Sumergo pada Jumat lalu.

Eva Dwiana menyebut Rembuk Stunting ini merupakan salah satu upaya Pemkot dalam meningkatkan kualitas SDM dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan pembangunan SDM yang berkualitas adalah pilar utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Namun, cita-cita ini akan sulit dicapai jika masalah gizi dan stunting tidak ditangani secara serius.

Maka Eva Dwiana juga menekankan pentingnya pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi upaya penurunan stunting secara efektif di setiap tingkatan wilayah.

“Saat ini, TPPS tingkat Kota Bandar Lampung, kecamatan, hingga kelurahan sudah terbentuk 100 persen. Ke depan, tim ini akan bergerak secara konvergen untuk mempercepat penurunan stunting di kota ini” ujarnya.

Selain itu, Pemkot akan fokus pada upaya pencegahan stunting baru melalui berbagai kegiatan seperti pemberian tablet tambah darah pada remaja putri.

"Pemberian makanan tambahan di posyandu balita, serta intervensi serentak pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, dan edukasi bagi seluruh ibu hamil dan balita," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

stunting di Lampung

angka stunting Bandar Lampung

Eva Dwiana

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya